Kau bagai ubun-ubun menyemak rimbun
Melontar dahaga dan lahak asam perut
Gumaman akhir petang melaras keributan
pada asmara
Toh, asmara hanya sebatas lempang pukang
Apa daya manusia mengapit cinta?
Kau bagai ubun-ubun menyemak rindu
Usai kau limbang seluruh isi bumi
Kesia-siaan menyeberangi lautan bahasa
Toh, bahasa hanya identitas belaka
Apa guna memainkan kata?
Kau bagai ubun-ubun menyemak temu
Tak jadikah kau kirim kabar lewat kalbu?
Toh, di sini aku menyemai kelam
Melewati rembang dan petang dengan kentang
![]() |
| Sumber: Kamar Baca @andindc |
UK, 7 Desember 2014 | 11:33
AIDC

Komentar
Posting Komentar