Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Farewell

Surat Terbuka Untukmu, Wanita yang Telah Melengkapi Tiga Musim Perburuanku di Ibukota

Untuk: Kamu Mengutip Aan Mansyur, aku sering diserang keinginan bertanya apa yang sugguh membuatmu jatuh cinta kepada wanita yang sungguh aku cintai itu. meskipun mungkin kau juga melihat kecantikan yang aku lihat di wajahhnya atau merasakan pelukan lengannya yang amat pas di tubuhku Tapi surat ini tidak aku tujukan padamu, Tuan. Serta merta surat terbuka ini ingin kusampaikan pada kalian, sepasang—entah bagaimana aku menyebutnya—bekas kekasih dan juga sahabat sekaligus rekan kerjaku yang kini hangat saling bertukar dekap, mungkin pula keringat. Tanpa perlu aku berbasa-basi, mungkin kau tahu dari angin mana suratku ini berlayar. Sebelum kau terkejut, biar kuberi tahu di awal, surat ini bagai perahu yang menyimpan jutaan bahan peledak dan logistik yang tidak sedikit. Begitu banyak tanya dan heran di dalamnya. Adapun maknanya, mungkin kau bisa membantunya menjawab satu per satu. Di mulai dari awal kedekatan kalian yang terlalu mencurigakan bagiku. Dari...

Sebuah Hujan, Sebuah Perpisahan

Untuk: Angel Sedari pagi Jogja basah dan bising. Sebagian cita-cita melasak dalam bantal. Ada yang melilit, ada yang menggigil. Kesemuanya tak ada yang terpanggil. Kecuali bau-bauan tanah aspal jalanan. Serta gang-gang yang tak sesempit Rawamangun. Meliuk-liuk bagai matador di ujung tanduk para banteng. Rebah dan lesap dalam-dalam. Sedari pagi Jogja basah dan bising. Hujan di luar, hujan di dalam. Keduanya membawa kabar. Kepergianmu, Angel, bukanlah penghujan di penghujung kemarau. Sebab hujan tahu kapan mereka harus berpulang. Sebab basah sisa suara parau. Suara-suara yang pernah kita dengungkan di atas Kali Code malam itu. Sedari pagi Jogja basah dan bising. Lalu, setelah kepergian, adakah keberangkatan merupa jalan untuk seorang pulang? Kita tak pernah benar-benar tahu, sampai cita-cita beranjak dari lesak bantal sedari pagi di Jogja, yang basah dan bising. Kerna kita tak pernah mengambil gambar dalam satu bingkai. Kau tahu, Angel? Sedari pagi Jogja basah dan bising....