Blora. Selasa, 24 Maret 2015 - 15:55 untuk: Mama Betapa cinta, Ma, ada kau dalam mimpiku Melepas rindu yang kutimbun delapan purnama dalam dekapmu Kamu nyata, Ma? Sayang, alarm terlalu pekik Terjaga aku oleh cekik ; merinduimu yang tiada ternyata begitu pelik Ma, kenapa kau datang di saat aku lelap? Apakah surga mengizinkan hamba-Nya bepergian tanpa sebab? Kerna dibiarkannya mataku nyalang dengan sembab Dan bayangmu sejenak lantas lenyap ; begitu hangat, begitu lekat, begitu dekat Yogyakarta, 10 Oktober 2016 Andrall Intrakta | 10:17