Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mama

MEMELUKMU PAGI TADI

Blora. Selasa, 24 Maret 2015 - 15:55 untuk: Mama Betapa cinta, Ma, ada kau dalam mimpiku Melepas rindu yang kutimbun delapan purnama dalam dekapmu Kamu nyata, Ma? Sayang, alarm terlalu pekik Terjaga aku oleh cekik ; merinduimu yang tiada ternyata begitu pelik Ma, kenapa kau datang di saat aku lelap? Apakah surga mengizinkan hamba-Nya bepergian tanpa sebab? Kerna dibiarkannya mataku nyalang dengan sembab Dan bayangmu sejenak lantas lenyap ; begitu hangat, begitu lekat, begitu dekat Yogyakarta, 10 Oktober 2016 Andrall Intrakta | 10:17

Ternyata Seperti Ini Rasanya Rindu, ya, Ma?

Untuk: Bumi tercinta Ma, ternyata seperti ini rasanya rindu, ya? Belum habis aku baca halaman pertama Tetapi rasanya seperti purnama yang menyembul di akhir malam Purnama datang sungguh dini Padahal tak ada benci, tak ada apa Cuma rindu, Ma, rindu! Atau, seberapa pentingkah rindu bagi mereka yang Tiada hati, tiada apa? Tapi kamu tahu, Ma? Purnama mengayuh sepeda bagai diburu belati Di muka jalan, raya melebar menjunjung diri Belati yang sebesar jarum waktu itu ditusuktusuk Pada diri berair mata, api mata, mata hati, hati mati Ma, ternyata seperti ini rasanya rindu, ya? Barang sebulan dalam kegamangan meraung di luar rumah Apakah di surga, Ma, banyak orang ramah? Semoga saja tak ada yang menanyakan cara orang-orang Yang terlihat sopan nan ramah Meninggalkanmu dalam tanah Tanya seperti itu sungguh melukai hati, 'kan, ya, Ma? Lalu, Ma, Konon kamu bisa main di taman atau di danau ya, Ma? Atau sekadar jalan-jalan di pasar, seperti...