Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mine

Hanya Embun

Di ujung lorong itu kita bersua Hanya di ujung Sekilat memang Seiris pasti Tiada dapat luka Karena luka tak teriris, bahkan kikis Semacam pengantar tidur atau tiada bangun menemui di kala fajar Di ujung lorong itu kita bersua Hanya di ujung Di antara kesibukan hari ini Kau antar aku pada kebebasan Kemerdekaan dalam cinta Kemerdekaan dalam bercinta Kemerdekaan untuk tercinta Di ujung lorong itu kita bersua Hanya di ujung Di ujungnya berdiri aku Sempoyongan bagai kerbau dengan marijuana Tanpa tahu arah Hanya embun mengenali daunnya Ular Besi, 28 Juni 2011 00:10 Andrall Intrakta DC

Katanya Senior, Mana?

KAMI berenam berhenti di depan warung nasi uduk yang tinggal kursi dan meja yang telah berdebu dengan papan namanya. Bukan untuk makan sahur, melainkan menunggu seorang atau beberapa orang yang mengenakan kostum yang tak jauh beda dengan kami. Ya, aku duduk dekat Aris di antara Hazmi dan Azmi. Sementara Rifqi dan Ridho berdiri di belakang kami dengan bersandar di tembok. Kami belum memakai almameter, karena kami enggan dicap sebagai mahasiswa baru. "Hei, hari ini puasa enggak?" tanyaku serius pada anakanak. "Ya, bebas. Kalau sekiranya kuat sampai kelar ospek, kenapa enggak?" jawab Hazmi santai. "Guhe mah puhasa!" seru Rifqi dengan mulut sedikit terkunci oleh rokok. "Hahahaha" spontan kami tertawa. Memang, hari ini sepertinya kami tidak puasa dulu. Untuk hari pertama ospek, sepertinya hal yang mustahil bagi kami untuk tidak berdosa. Bagi aku pribadi, tidak puasa di tahunku yang ke-19 adalah salah, tapi mau bagaimana lagi, aku ingin mel...

Duka Kembali

Lagi, senja membentang menghadang Kabar itu datang bersama angin sepoi Riuh resah menghinggap tanpa beban Gemuruh darah pun memuncak Rintik air mengalir dari berbagai hilir Semua menjadi genangan Hati dan pekarangannya Banjir di malam tua Resah hilang Lepas sudah Bebas melirik Dan terlelap dalam tangis 19 Oktober '10 01:45 Andrall Intrakta DC