Langsung ke konten utama

Belajar Bahasa Inggris


untuk: TriYuli

Sore itu ketika senja mengundang
Kukirimkan segelas Cappuccino kesukaanmu
pada kenangan yang mengering
dan sebuah berita tentang sekolah yang menerima ijazahku
Lantas kau tukar dengan sebuah singkong bakar
hasil kebunmu
Kita mulai berbicara tentang apaapa

Di samping rindu kita yang menderu
Ada luka tak terbaca
Ada sendu tak terduga
Duka cita kita meracau
Seolah bersembunyi di bawah rembulan Cappuccino
Seolah terpanggang bersama kulit singkong

Sore itu ketika senja mengundang
Nelangsa berujung petang
Melebihi pertemuan kita
Waktu tak tentu
jelas membuat kita menua dan menyepuh
Kadangkala membutakan kita akan kenyamanan
"Kita masih perlu berkembang", ujarmu
Mencari dunia yang konon luar lebih menantang
Lalu kau masuk ke rumah menyalakan lampu taman
Lama hingga gelap mengangkang

.......................................

Kau pergi sebulan lalu
Membawa irisan beserta pisaunya
Ada kosong yang kauabaikan
Ada hening yang kaucipta
Ada masamasa lalu kita bercerita
tentang kehidupan yang terus berlalu
tentang kau yang telah lalu
tentang kudian hari setelahnya


 


















Ngawen, 6 Februari 2013
Andrall Intrakta DC | 08:17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nunung, Si Gadis yang Ingin Beranjak Dewasa

Aku masih ingat betul bagaimana perkenalan kita di pertengahan tahun 2010 lalu. Masa di mana kita sama-sama berjuang dari nol, mengenai kehidupan fana ini. Masa di mana kita benar-benar ditempa untuk menjadi dewasa dengan beragam cara. Sedikit cerita, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya menuliskan kisah absurd kita selama beberapa tahun terakhir; dari mengenalmu sebagai orang asing, menjadi saksi tangismu, hingga menjadi pagar betis di hari bahagiamu. Hai, Nung! Masih adakah cerita ini yang kamu ingat? Masa perkenalan yang sangat genit. Jadwal kuliah menjadi alibi paling klise memulai percakapan yang terkesan sulit. Ini pas semester ada matkul Pendidikan Agama. Haha Masa Orientasi Mahasiswa (MOS), Agustus 2010. Siang itu, saya yang tergabung dalam barisan para mahasiswa yang belum saya kenal sama sekali, tapi terlihat begitu kompak, memusatkan pandangan pada satu titik (entah titik, entah bulatan). Lebih jelasnya, kami yang notabenenya laki-laki, baru saja lu...

Nunung, Wanita yang Sudah Jauh Lebih Dewasa

Setelah kepindahan kami ke UK, semua kisah menjadi lebih rumit. Tapi pendewasaan kita bermula dari indekos di UK. Mulai dari jarak dalam satu kota, hingga jarak antarkota. Tapi bukan berarti saya tak akan menghadiri hari bahagiamu. Masa kritis, masa di mana pendewasaan kita benar-benar diuji. Kalau dibilang, nano-nano ya, Nung? Asli, ini lu kayak ibu-ibu sosialita! Demi menjaga kestabilan negara, saya akan banyak memotong dongeng ini, dan maaf atas pihak yang kebetulan berperan dalam babak ini. Sebenarnya, terlalu sulit saya memotong dongeng pada babak hidup ini. Periode 2011-2013 begitu menyimpan segunung kisah yang menarik. Tapi demi menjaga perasaan semua pihak, biarkan cerita ini sedikit mengalir dengan sedikit imajinasi yang silakan kalian bangun sendiri. Sebagai tukang cerita, saya akan memulai mengisahkan air mata yang mengalir dari mata Nunung pada malam itu. Dan sejak saat itulah, saya mulai rutin mengoleksi semua kesedihan dan kebahagiaan yang ada. Meski p...

KUSWORO

Ada sedikit kenangan yang terus kukenang Bukan karena aku merinduimu Bukan pula karena waktu lalu tak sempat kusesali Tapi menyadari kekurangan rohani adalah utama Kita pernah duduk menghadap surga Dariku katakata selalu terpampang jelas di udara Darimu segalanya kau sembunyikan dalam keheningan Kita pernah duduk menghadap surga Surga tercinta hanya pada labirin siapa sangka Di mana laci meja terapat tanpa kunci yang pernah kaukisahkan padaku duniawi Aku menjadi dasar zaman di mana belulang dan bebatuan tercanadu bangsawan Apa pernah kau rasuki jiwaku yang suai oleh masa? Masa yang menyeretku untuk menopang mimpi Kuingin kau kala ada aku menjadi rumput Jepang di bisingnya tanah mati Tunjungan, 8 Februari 2013 Andrall Intrakta DC | 22:57