Langsung ke konten utama

Bukan Jebakan

Sebelumnya, gue terimakasih banget buat semua bradda&sistha yang udah ngucapin ke gue. Baik teman sekolah gue, teman kuliah, sampe teman dunia maya. Gue hargain apresiasi kalian atas hari ini. Gue seneng banget, jujur, gue sampe berlinang! *serius! Ga juga sih :p

Tanpa mengurangi rasa hormat gue pada kalian, gue minta maaf banget, nget, nget, nget, ya! :D Sebenernya gue Taurus, guys. So, gue lahir bulan April, bukan Agustus. Tapi gapapa deh, dengan begitu, gue masangin jempol atuatu buat kalian. Sekarang gini, temen faceebook gue ada 700biji, bayangin aja kalo mereka semua nulis di dinding gue, SEMUA. Terus gue nge-like satu per satu. Arrgghh *untung pake tetikus gue* haha :p

Semua ini bukan tanpa maksud. Namun maksud hati bukan untuk mempermainkan kalian. Gue engga maksud nipu atau gimana ya, gue cuma pengen tau seberapa sih tementemen gue (sekolah) nginget tanggal lahir gue. :p Khususnya sahabatsahabat gue! ;p heuheu. Buat tementemen kampus, maaaaaaaf ya.. :*
(ini bukan alay, kan?!)

Tapi jangan kawatir, coretan di dinding gue dari pukul 00.00 sampe sekarang, gue hargain kok. Bahkan yang ngucapin satu jam sebelum hari H, gue acungin sejuta jempol kalo emang bisa mah.. -__- Si Dendra noh! Hehe.. Well, ucapan kalian pasti gue sampein ke bokap gue kok. Karena tanggal 4 Agustus itu tanggal lahir bokap gue. :D

Sebenernya gue pengen nulis tanggal 6 Agustus sebagai tanggal lahir gue di fb, karena itu tanggal meninggalnya Sang Maestro WS Rendra. Tapi gajadi deh, tanggal 4 aja, gue sayang bokap gue, guys! ;p

So, im sorry ya.. :')
Taon depan kalau masih ada kesempatan buat berbagi, gue ganti tanggal lahir gue yang asli kok. ;) I love you, guys! :*


Ruang, 4 Agustus 2011
Andrall Intrakta DC

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nunung, Si Gadis yang Ingin Beranjak Dewasa

Aku masih ingat betul bagaimana perkenalan kita di pertengahan tahun 2010 lalu. Masa di mana kita sama-sama berjuang dari nol, mengenai kehidupan fana ini. Masa di mana kita benar-benar ditempa untuk menjadi dewasa dengan beragam cara. Sedikit cerita, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya menuliskan kisah absurd kita selama beberapa tahun terakhir; dari mengenalmu sebagai orang asing, menjadi saksi tangismu, hingga menjadi pagar betis di hari bahagiamu. Hai, Nung! Masih adakah cerita ini yang kamu ingat? Masa perkenalan yang sangat genit. Jadwal kuliah menjadi alibi paling klise memulai percakapan yang terkesan sulit. Ini pas semester ada matkul Pendidikan Agama. Haha Masa Orientasi Mahasiswa (MOS), Agustus 2010. Siang itu, saya yang tergabung dalam barisan para mahasiswa yang belum saya kenal sama sekali, tapi terlihat begitu kompak, memusatkan pandangan pada satu titik (entah titik, entah bulatan). Lebih jelasnya, kami yang notabenenya laki-laki, baru saja lu...

Nunung, Wanita yang Sudah Jauh Lebih Dewasa

Setelah kepindahan kami ke UK, semua kisah menjadi lebih rumit. Tapi pendewasaan kita bermula dari indekos di UK. Mulai dari jarak dalam satu kota, hingga jarak antarkota. Tapi bukan berarti saya tak akan menghadiri hari bahagiamu. Masa kritis, masa di mana pendewasaan kita benar-benar diuji. Kalau dibilang, nano-nano ya, Nung? Asli, ini lu kayak ibu-ibu sosialita! Demi menjaga kestabilan negara, saya akan banyak memotong dongeng ini, dan maaf atas pihak yang kebetulan berperan dalam babak ini. Sebenarnya, terlalu sulit saya memotong dongeng pada babak hidup ini. Periode 2011-2013 begitu menyimpan segunung kisah yang menarik. Tapi demi menjaga perasaan semua pihak, biarkan cerita ini sedikit mengalir dengan sedikit imajinasi yang silakan kalian bangun sendiri. Sebagai tukang cerita, saya akan memulai mengisahkan air mata yang mengalir dari mata Nunung pada malam itu. Dan sejak saat itulah, saya mulai rutin mengoleksi semua kesedihan dan kebahagiaan yang ada. Meski p...

KUSWORO

Ada sedikit kenangan yang terus kukenang Bukan karena aku merinduimu Bukan pula karena waktu lalu tak sempat kusesali Tapi menyadari kekurangan rohani adalah utama Kita pernah duduk menghadap surga Dariku katakata selalu terpampang jelas di udara Darimu segalanya kau sembunyikan dalam keheningan Kita pernah duduk menghadap surga Surga tercinta hanya pada labirin siapa sangka Di mana laci meja terapat tanpa kunci yang pernah kaukisahkan padaku duniawi Aku menjadi dasar zaman di mana belulang dan bebatuan tercanadu bangsawan Apa pernah kau rasuki jiwaku yang suai oleh masa? Masa yang menyeretku untuk menopang mimpi Kuingin kau kala ada aku menjadi rumput Jepang di bisingnya tanah mati Tunjungan, 8 Februari 2013 Andrall Intrakta DC | 22:57